skip to main | skip to sidebar

B.A.I.K.

Menuntun jalan Al-quran dan As-Sunnah

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • About Us
  • Organization
  • Contact Us

Jumaat, November 04, 2011

Puasa Arafah : Apakah puasa hari Sabtu terlarang?

Dinukilkan oleh B.A.I.K pada Jumaat, November 04, 2011 Labels: fiqh, Umum

Cetak
PDF
Puasa Hari Sabtu
Sebagaian kalangan ada yang mempermasalahkan berpuasa pada hari Sabtu. Terutama jika puasa Arofah, puasa Asyuro atau puasa Syawal bertepatan dengan hari Sabtu. Apakah boleh berpuasa ketika itu? Semoga pembahasan berikut bisa menjawab keraguan yang ada.
Larangan Puasa Hari Sabtu
Mengenai larangan berpuasa pada hari Sabtu disebutkan dalam hadits,
لاَ تَصُومُوا يَوْمَ السَّبْتِ إِلاَّ فِيمَا افْتُرِضَ عَلَيْكُمْ
“Janganlah engkau berpuasa pada hari Sabtu kecuali puasa yang diwajibkan bagi kalian.”[1] Abu Daud mengatakan bahwa hadits ini mansukh (telah dihapus). Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan.
Beberapa Puasa Ada yang Dilakukan pada Hari Sabtu
Pertama: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering melakukan puasa pada hari Sabtu dan Ahad.
Dari Ummu Salamah, ia berkata,
كان أكثر صومه السبت و الأحد و يقول : هما يوما عيد المشركين فأحب أن أخالفهم
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad.” Beliau pun berkata, “Kedua hari tersebut adalah hari raya orang musyrik, sehingga aku pun senang menyelisihi mereka.”[2]
Kedua: Boleh berpuasa pada Hari Jum’at dan Sabtu.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan kepada salah satu istrinya yang berpuasa pada hari Jum’at,
« أَصُمْتِ أَمْسِ » . قَالَتْ لاَ . قَالَ « تُرِيدِينَ أَنْ تَصُومِى غَدًا » . قَالَتْ لاَ . قَالَ « فَأَفْطِرِى »
“Apakah kemarin (Kamis) engkau berpuasa?” Istrinya mengatakan, “Tidak.”
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi, “Apakah engkau ingin berpuasa besok (Sabtu)?” Istrinya mengatakan, “Tidak.” “Kalau begitu hendaklah engkau membatalkan puasamu”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.[3]
Ketiga: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkan berpuasa pada hari Jum’at asalkan diikuti puasa pada hari sesudahnya (hari Sabtu).Dari Abu Hurairah, ia mengatakan,
نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن صوم يوم الجمعة إلا بيوم قبله أو يوم بعده .
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpuasa pada hari Jum’at kecuali apabila seseorang berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya.”[4] Dan hari sesudah Jum’at adalah hari Sabtu.
Keempat: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak melakukan puasa di bulan Sya’ban dan pasti akan bertemu dengan hari Sabtu.
Kelima: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk melakukan puasa Muharram dan kadangkala bertemu dengan hari Sabtu.
Keenam: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah sebelumnya berpuasa Ramadhan. Ini juga bisa bertemu dengan hari Sabtu.
Ketujuh: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan berpuasa pada ayyamul biid (13, 14, dan 15 Hijriyah) setiap bulannya dan kadangkala juga akan bertemu dengan hari Sabtu.
Dan masih banyak hadits yang menceritakan puasa pada hari Sabtu.[5]
Dari hadits yang begitu banyak (mutawatir), Al Atsrom membolehkan berpuasa pada hari Sabtu. Pakar ‘ilal hadits (yang mengetahui seluk beluk cacat hadits), yaitu Yahya bin Sa’id enggan memakai hadits larangan berpuasa pada hari Sabtu dan beliau enggan meriwayatkan hadits itu. Ha ini menunjukkan lemahnya (dho’ifnya) hadits larangan berpuasa pada hari Sabtu.[6]
Murid Imam Ahmad –Al Atsrom dan Abu Daud- menyatakan bahwa pendapat tersebut dimansukh (dihapus). Sedangkan ulama lainnya mengatakan bahwa hadits ini syadz, yaitu menyelisihi hadits yang lebih kuat.[7]
Namun kebanyakan pengikut Imam Ahmad memahami bahwa Imam Ahmad mengambil dan mengamalkan hadits larangan berpuasa pada hari Sabtu, kemudian mereka pahami bahwa larangan yang dimaksudkan adalah jika puasa hari Sabtu tersebut bersendirian. Imam Ahmad ditanya mengenai berpuasa pada hari Sabtu. Beliau pun menjawab bahwa boleh berpuasa pada hari Sabtu asalkan diikutkan dengan hari sebelumnya.[8]
Kesimpulan:

  1. Ada ulama yang menilai hadits larangan berpuasa pada hari Sabtu adalah lemah (dho’if) dan hadits tersebut tidak diamalkan. Dari sini, boleh berpuasa pada hari Sabtu.
  2. Sebagian ulama lainnya menilai bahwa hadits larangan berpuasa pada hari Sabtu adalah jayid (boleh jadi shahih atauhasan). Namun yang mereka pahami, puasa hari Sabtu hanya terlarang jika bersendirian. Bila diikuti dengan puasa sebelumnya pada hari Jum’at, maka itu dibolehkan.[9]
Rincian Berpuasa pada Hari Sabtu
Dari penjelasan di atas, kesimpulan yang paling bagus jika kita mengatakan bahwa puasa hari Sabtu diperbolehkan jika tidak bersendirian. Sangat bagus sekali jika hal ini lebih dirinci lagi. Rincian yang sangat bagus mengenai hal ini telah dikemukakan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin sebagai berikut.
Keadaan pertama: Puasa pada hari Sabtu dihukumi wajib seperti berpuasa pada hari Sabtu di bulan Ramadhan, mengqodho’ puasa pada hari Sabtu, membayar kafaroh (tebusan), atau mengganti hadyu tamattu’ dan semacamnya. Puasa seperti ini tidaklah mengapa selama tidak meyakini adanya keistimewaan berpuasa pada hari tersebut.
Keadaan kedua: Jika berpuasa sehari sebelum hari Sabtu, maka ini tidaklah mengapa. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan kepada salah satu istrinya yang berpuasa pada hari Jum’at,
« أَصُمْتِ أَمْسِ » . قَالَتْ لاَ . قَالَ « تُرِيدِينَ أَنْ تَصُومِى غَدًا » . قَالَتْ لاَ . قَالَ « فَأَفْطِرِى »
“Apakah kemarin (Kamis) engkau berpuasa?” Istrinya mengatakan, “Tidak.”
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi, “Apakah engkau ingin berpuasa besok (Sabtu)?” Istrinya mengatakan, “Tidak.” “Kalau begitu hendaklah engkau membatalkan puasamu”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.[10]
Perkataan beliau “Apakah engkau berpuasa besok (Sabtu)?”, ini menunjukkan bolehnya berpuasa pada hari Sabtu asalkan diikuti dengan berpuasa pada hari Jum’at.
Keadaan ketiga: Berpuasa pada hari Sabtu karena hari tersebut adalah hari yang disyari’atkan untuk berpuasa. Seperti berpuasa pada ayyamul bid (13, 14, 15 setiap bulan Hijriyah), berpuasa pada hari Arofah, berpuasa ‘Asyuro (10 Muharram), berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah sebelumnya berpuasa Ramadhan, dan berpuasa selama sembilan hari di bulan Dzulhijah. Ini semua dibolehkan. Alasannya, karena puasa yang dilakukan bukanlah diniatkan berpuasa pada hari Sabtu. Namun puasa yang dilakukan diniatkan karena pada hari tersebut adalah hari disyari’atkan untuk berpuasa.
Keadaan keempat: Berpuasa pada hari sabtu karena berpuasa ketika itu bertepatan dengan kebiasaan puasa yang dilakukan, semacam berpapasan dengan puasa Daud –sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa-, lalu ternyata bertemu dengan hari Sabtu, maka itu tidaklah mengapa. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan mengenai puasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan dan tidak terlarang berpuasa ketika itu jika memang bertepatan dengan kebiasaan berpuasanya .
Keadaan kelima: Mengkhususkan berpuasa sunnah pada hari Sabtu dan tidak diikuti berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya. Inilah yang dimaksudkan larangan berpuasa pada hari Sabtu, jika memang hadits yang membicarakan tentang hal ini shahih. –Demikian penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin-[11]
Keterangan Al Lajnah Ad Da-imah (Komisi Fatwa di Saudi Arabia) Mengenai Puasa pada Hari Sabtu
Berikut Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’.
Soal:
Kebanyakan orang di negeri kami berselisih pendapat tentang puasa di hari Arofah yang jatuh pada hari Sabtu untuk tahun ini. Di antara kami ada  yang berpendapat bahwa ini adalah hari Arofah dan kami berpuasa karena bertemu hari Arofah bukan karena hari Sabtu yang terdapat larangan berpuasa ketika itu. Ada pula sebagian kami yang enggan berpuasa ketika itu karena hari Sabtu adalah hari yang terlarang untuk diagungkan untuk menyelisihi kaum Yahudi. Aku sendiri tidak berpuasa ketika itu karena pilihanku sendiri. Aku pun tidak mengetahui hukum syar’i mengenai hari tersebut. Aku pun belum menemukan hukum yang jelas  mengenai hal ini. Mohon penjelasannya.
Jawab:
Boleh berpuasa Arofah pada hari Sabtu atau hari lainnya, walaupun tidak ada puasa pada hari sebelum atau sesudahnya, karena tidak ada beda dengan hari-hari lainnya. Alasannya karena puasa Arofah adalah puasa yang berdiri sendiri. Sedangkan hadits yang melarang puasa pada hari Sabtu adalah hadits yang lemah karena mudhtorib dan menyelisihi hadits yang lebih shahih.
Hanya Allah yang memberi taufik. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Yang menandatangani fatwa ini: ‘Abdullah bin Ghodyan sebagai anggota, ‘Abdur Rozaq ‘Afifi sebagai Wakil Ketua, ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz sebagai Ketua.[12]
Demikian pembahasan kami yang singkat ini. Semoga dengan pembahasan ini dapat menghilangkan keraguan yang selama ini ada mengenai berpuasa pada hari Sabtu. Semoga bisa menjadi ilmu yang bermanfaat.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel http://rumaysho.com
Panggang, Gunung Kidul, 27 Dzulqo’dah 1430 H




[1] HR. Abu Daud no. 2421, At Tirmidzi no. 744, Ibnu Majah no. 1726. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Al Irwa’ no. 960. Mengenai perselisihan pendapat mengenai hadits ini akan kami singgung insya Allah.
[2] Shahih wa Dho’if Al Jami’ Ash Shogir, no. 8934. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.
[3] HR. Bukhari no. 1986.
[4] HR. Ibnu Majah no. 1723. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[5] Lihat Iqtidho’ Ash Shirotil Mustaqim, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 2/73-75, ta’liq: Dr. Nashir bin ‘Abdul Karim Al ‘Aql.
[6] Lihat Iqtidho’ Ash Shirotil Mustaqim, 2/75.
[7] Idem
[8] Lihat Iqtidho’ Ash Shirotil Mustaqim, 2/76.
[9] Ini kesimpulan yang kami ambil dari penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Iqtidho’ Ash Shirothil Mustaqim, 2/75-76.
[10] HR. Bukhari no. 1986.
[11] Majmu’ Fatawa wa Rosa-il Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, 20/57-58, Darul Wathon – Darul Tsaroya, cetakan terakhir, tahun 1413 H.
[12] Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’ no. 11747, juz 10, hal. 397, Mawqi’ Al Ifta’


Biro.Agama.Islam.KUBI-B.A.I.K
Reaksi 

4 pemberi komen :):

Mas Hans berkata...

Info yang menarik br tahu saya... hehe..

Namun saya ada pertanyaan nich, sebagian orang ada melaksnakan puasa arofah selama 2 hari dan ada yang 1 hari. nah yang benar atau yang dianjurkan menurut islam itu yang mana? sehari atau dua hari. Tolong jawabannya terimkasih.

4 November 2011 10:26 PG
B.A.I.K berkata...

=)

puasa sblum hari arofah dinamakan puasa tarwiyah (8 zulhijjah), persoalan nya adakah puasa pd hari itu sunnah atau ga.

ada hadits yg
artinya : "Puasa pada hari tarwiyah menghapuskan (dosa) satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun”.

Diriwayatkan oleh Imam Dailami di kitabnya Musnad Firdaus (2/248) dari jalan :

[1]. Abu Syaikh dari :
[2]. Ali bin Ali Al-Himyari dari :
[3]. Kalbiy dari :
[4]. Abi Shaalih dari :
[5]. Ibnu Abbas marfu’ (yaitu sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam)

Saya berkata : Hadits ini derajatnya maudhu’ (موضوع)atau palsu.

kesimpulannya puasa tarwiyah bukannya sunnah. =)

diambil dr:http://moslemsunnah.wordpress.com

4 November 2011 5:42 PTG
Mashans berkata...

Terimakasih pencerahannya... sekarang sy sudah faham untuk itu ... dan saya minta ijin link posing ini di blog saya terimakasih.

5 November 2011 5:24 PG
B.A.I.K berkata...

sok...silakan =)

5 November 2011 7:10 PG

Catat Ulasan

Catatan Terbaru Catatan Lama Laman utama
Langgan: Catat Ulasan (Atom)

Ahlan wa sahlan

ASSALAMUALAIKUM

"Selamat datang!" ke blog rasmi Biro Agama dan Kerohanian Kelab UMNO Bandung Indonesia; ataupun lebih mesra dikenali sebagai BAIK (Biro Agama Islam KUBI)

Di sini kami menyediakan ruangan khusus untuk rakan-rakan khususnya di UNPAD untuk mengetengahkan dan mengutarakan apa-apa kemusykilan tentang Islam di sini. Sebarang soalan bolehlah di'email'kan kepada:
baik.kubi@gmail.com

Malu bertanya, sesat jalan~

Semoga segala usaha kita diredhai Allah SWT...

Selamat membaca~

=)

Mutabaah Ibadah

  1. membaca al-Quran serta terjemahan- sekali sehari
  2. berjemaah di waktu solat - sekali sehari
  3. solat berjemaah di masjid- sekali sehari
  4. solat di awal waktu- dua kali sehari
  5. berpuasa sunat - dua kali sebulan
  6. membaca bahan bacaan berkaitan dengan ilmu agama (artikel,blog,buku)- sekali sebulan
  7. Riadah bersama rakan-rakan- dua kali sebulan
  8. Qiamullail (solat malam)- sekali sebulan
semangat yuk kawan-kawan.. mari jaga hubungan dgn Allah^_^


Labels

akhirat (5) al-Quran (2) aqidah (11) fiqh (19) ilmu hadith (5) isu semasa (9) program BAIK (28) sunnah (2) tazkirah (9) Umum (22) usul fiqh (2) Video (7)

Blog Archive

  • ►  2012 (5)
    • ►  Februari (3)
      • JOM AMBIL TAHU :)
      • Rasa Cinta
      • Are We Really Inspired by Prophet Muhammad?
    • ►  Januari (2)
      • Apakah Nikmat Yang Terbesar?
      • Kemanisan iman?
  • ▼  2011 (30)
    • ▼  November (5)
      • Promosi: Walk of Faith: Journey to the Core of Isl...
      • Sesudah Haji Yang Tertunai.
      • KUIH edisi 12
      • Ciri-ciri Pengikut Kebenaran?
      • Puasa Arafah : Apakah puasa hari Sabtu terlarang?
    • ►  Oktober (1)
      • Sunnah-Sunnah Di Bulan Zulhijjah
    • ►  September (3)
      • Dakwah bukan satu pilihan
      • Falsafah 'Idul Fitry
      • That's Maturity
    • ►  Julai (3)
      • Jangan Cemari Ramadhan Dengan Hadis Palsu
      • Perbezaan pendapat??
      • this is why Muslims love the month of Ramadhan
    • ►  Jun (3)
      • Bercakap-cakap ketika azan, BOLEH atau TIDAK?
      • BTB - Innalillah wa inna ilaihi raji'uun
      • Inna lillaahi wa inna ilayhi Raaji'oon
    • ►  Mei (3)
      • Brothers Without Borders
      • Antara Suka, Cinta & Couple
      • Surah Al-Falaq: Lindungilah Kami Ya Allah
    • ►  April (2)
      • Muzik dan Hiburan
      • Hawa Nafsu, Menguasai atau Dikuasai?
    • ►  Mac (2)
      • E-pamphlet - Mari Hidup dengan Disinari Cahaya Isl...
      • Mutiara Sirah Sahabiyah: Ummu Sulaym
    • ►  Februari (5)
      • Tentatif Program LED
      • Program LED- Live Enlightened in Deen: with Al-Qur...
      • Al-Quran Sebagai Pedoman Hidup
      • LED : Live Enlightened in Deen
      • Lelaki dan Perempuan
    • ►  Januari (3)
      • KUIH edisi 07
      • Tutupilah Aib : Diri sendiri dan orang lain
      • Menyentuh wanita bukan mahram?
  • ►  2010 (31)
    • ►  Disember (2)
      • Cepat memberi fatwa(jawapan)?
      • Iftar sempena Hari Tasu'a 9 Muharram 1432H... Jom ...
    • ►  November (5)
      • Titian Shiraath??
      • Insya-Allah..
      • Are you living a dream? Isn't it time you woke up?...
      • Ada apa dengan qurban?
      • ada apa dengan AIDILADHA?
    • ►  Oktober (5)
      • mari muhasabah diri!
      • Saham akhirat
      • Tabarruj II
      • Tabarruj?
      • Video Trailer Back to Basic
    • ►  September (4)
      • Video Sambutan Aidilfitri dan Iftar Puasa Enam
      • Majlis Iftar Puasa Enam & Sambutan Aidilfitri KUBI...
      • Puasa qada', sunat, atau gabung??
    • ►  Ogos (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (4)
    • ►  Mac (5)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2009 (30)
    • ►  Disember (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Julai (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (4)
    • ►  Mac (6)
    • ►  Februari (3)

Blogroll

Biro Agama Islam Kubi @fb

Biro Agama Islam Kubi | Friend with us

Link Bermanfaat

  • .: Islamic Malaysian Association - IMAN :.
    ITSAR
  • Saifulislam.Com
    Baginda Menyantuni Murid Yang Hilang Motivasi Diri
  • Minda Tajdid
    Mana Utama: Agama, Bangsa Atau Negara?
  • Palestinkini.info
    Hamas Ahli Parlimen meminta campur tangan antarabangsa memihak kepada tahanan Palestin
  • ABUAMMAR@ALITANTAWI
    Seminar Mini: Peranan Wanita Dalam Sejarah Ilmu Hadith
  • PKPMI-CB
    INFO Kebajikan Biro Kebajikan PKPMI-CB 2011/12
  • Azzariyat.com
    Perempuan Sangat Senang Masuk Syurga
  • Catatan Abu Umair
    FOREX: Di Mana Haramnya?
  • Manhaj Aqeedah
    131 - Imam asy-Syafi’i Menggugat Neo-Muktazilah
  • Minda Akob
    PATUTKAH ISTERI YANG BEKERJA BERKONGSI GAJI DENGAN SUAMI?
  • al-Fikrah.net
    AFN V2
  • FIQH & SUNNAH
    188 - Kesucian Air Musta’mal, Satu Analisa Ringkas
  • Kelab Umno Bandung
    bandung games datang lagi
  • Langit Ilahi
    Novel Takdir: Cheritera 10
  • al-ahkam.net
  • iLuvislam.com | Discover the Beauty of Islam
  • www.zaharuddin.net - Utama
Tunjuk 5 Tunjukkan Semua

Blogger BAIK

  • mylife-myseries-mydestination
    Chewe's day!
  • Ummu Furqan
    Mufti Menk Konvensyen Fiqh Ummah 2012
  • Belasah Jelah
    Expression
  • Fahkrul Radzi
    I’M twentySIX …AND I KNOW IT! (^^,)
  • Illyyinna Ismail
    TAK SEMUDAH ITU
  • Farah Wahidah
    yes i do!
  • Khairul Anwar
    the other khairul anwar…
  • Illyyinna Ismail
    BILA CINTA
Tunjuk 5 Tunjukkan Semua

Sahabat-sahabat

  • .: Ini Amad Pesan :.
    Sindrom TGTP
  • anasolehah
    The day they called me, Dr Aimi
  • .:cUbA~tRy~TeSt:.
    .:Homesick:.
  • Penjejak Fityatul Kahfi...
    'Tangan' Tuhan Yang Gagal
  • s0ldier 0f Allah
    sensitivity
  • ~VoiCe FroM mY HeaRt~
    .:Rahsia disebalik Tulang Sulbi atau Coccyx:.
  • ::shimuniri is a human::
  • InSoft...
    Usrah : Sebuah keterpaksaan

Rakan Seperjuangan

  • .: Islamic Malaysian Association - IMAN :.
    ITSAR
  • BADAR PKPMI-CM
    [ As-Sajdah Ayat 4 ]
  • UPIMI
  • Islamic Circle of Jakarta
    ‎Seven People Will Be Under God's Shade
  • .:Le Fleur Dior:.
    Jemaah
  • Badan Siswa Islam Malaysia, Malang (BASISMA)
    Marhaban Ya Ramadhan :)

Followers

Jom Solat!

Follow this blog
 

© 2012 Biro Agama Islam KUBI|BAIK
© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com